Kebiasaan Pagi Guru Piket di SDN 64 Sori, Kota Bima: Sambut Siswa dengan Salam dan Edukasi Kebersihan
Kota Bima, 3 Maret 2026 – Suasana pagi di SDN 64 Sori, Kota Bima, tampak hangat dan penuh kedisiplinan. Sejak pukul 06.45 WITA, guru piket sudah berdiri di pintu gerbang sekolah untuk menyambut kedatangan para siswa. Dengan seragam dinas berwarna cokelat, para guru menyapa setiap anak yang datang dengan senyum ramah, menciptakan suasana kekeluargaan yang terasa begitu kental di lingkungan sekolah tersebut.
Di gerbang sekolah yang dicat biru, guru piket menyambut siswa satu per satu dengan tradisi salim. Para siswa yang mengenakan seragam merah putih tampak tertib mengantre, menyalami dan mencium tangan guru sebagai bentuk penghormatan. Momen ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana menanamkan nilai sopan santun dan karakter hormat kepada orang yang lebih tua sejak dini.
Selain menyambut dan bersalaman, guru piket juga memberikan arahan kepada siswa agar menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Setiap siswa yang baru tiba diingatkan untuk memungut sampah yang terlihat di sepanjang jalur dari gerbang masuk hingga halaman sekolah. Kegiatan ini dilakukan secara spontan dan penuh kesadaran, sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih dan tanggung jawab bersama.
Tampak beberapa siswa dengan tas punggung masih melekat di bahu, langsung memungut sampah kecil yang berada di tepi jalan masuk sekolah. Guru piket sesekali memberikan arahan dengan lembut, memastikan tidak ada sampah yang tertinggal hingga ke area depan kelas. Pembiasaan ini dilakukan setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Kegiatan tersebut sejalan dengan penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang kini mulai diterapkan di berbagai satuan pendidikan. Nilai-nilai seperti bangun pagi, beribadah sebelum beraktivitas, berolahraga ringan, gemar belajar, disiplin, menjaga kebersihan, serta menghormati guru dan orang tua tercermin dalam rutinitas pagi di SDN 64 Sori. Guru piket tidak hanya mengawasi, tetapi juga menjadi teladan langsung dalam membentuk kebiasaan positif siswa.
Melalui kebiasaan salim di gerbang sekolah, siswa dibiasakan untuk bersikap santun dan berakhlak mulia. Sementara kegiatan memungut sampah dari gerbang hingga ke lingkungan kelas menanamkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Para guru meyakini bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas, tetapi harus dipraktikkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
Kepala sekolah menyampaikan bahwa pembiasaan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya positif. Lingkungan yang bersih, tertib, dan penuh rasa hormat diyakini mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Dengan langkah sederhana di setiap pagi, SDN 64 Sori terus berupaya membentuk generasi yang cerdas secara akademik dan kuat secara karakter.
Rutinitas pagi di SDN 64 Sori, Kota Bima ini menjadi contoh nyata bagaimana 7 Kebiasaan Anak Indonesia dapat diintegrasikan dalam kegiatan sekolah sehari-hari. Dari gerbang sekolah hingga ke ruang kelas, nilai disiplin, tanggung jawab, kebersihan, dan sopan santun ditanamkan secara konsisten. Kebiasaan sederhana namun bermakna ini diharapkan mampu membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak baik, peduli lingkungan, dan siap menghadapi masa depan.
Editor: Dae Leo Mamuju